Ma’had ‘Ali: Kado Istimewa Zikrol ke 60
Ma’had ‘Ali: Kado Istimewa Zikrol ke 60
Dalam momen yang bersejarah pada Zikral Hauliahke-60, Syaikhul Ma'had, Tuan Guru Bajang Dr. M. Zainul Majdi, M.A. menyampaikan kabar gembira yang telah lama menjadi harapan kami para alumni khususnya, dan Jamaah pada umumnya. Ma’had ‘Ali akan segera dibentuk di bawah naungan Darul Qur’an wal Hadits. Ini bukan hanya perluasan jenjang pendidikan, tetapi kado istimewa bagi seluruh keluarga besar Ma’had tanda bahwa perjuangan keilmuan ini kini melangkah ke fase baru yang lebih strategis dan kokoh.
Ijazah dari Ma’had ‘Ali nantinya akan diakui secara resmi oleh pemerintah, sehingga Thullab Ma'had yang terpilih tidak perlu lagi merangkap kuliah. Tentu, adanya legalitas ini memberikan akses yang lebih luas bagi para lulusan. Di tengah arus zaman yang menuntut sertifikasi dan formalitas, Ma’had tampil dengan wajah baru: modern secara struktur, namun tetap salaf dalam ruh dan visi.
Untuk mewujudkan cita besar ini, kepemimpinan Ma’had ‘Ali akan dikomandoi oleh Dr. TGH. Salimul Jihad seorang akademisi dan intelektual muda NWDI yang juga seorang dosen di UIN Mataram. Syaikhul Ma'had TGB akan berperan sebagai musrif , sedangkan Na’ib Musrif (Amid Ma’had) TGH. Yusuf Ma'mun. Secara SDM, diamanahkan kepada para masyaikh yang mumpuni dibidangnya, yang telah lama membina, mengawal, dan mencintai perjalanan keilmuan Ma’had.
Dengan susunan ini, Ma’had ‘Ali tidak hanya menjawab tantangan zaman, tetapi juga memastikan bahwa tradisi keilmuan tetap hidup dan relevan. Kualitas akademik akan semakin diperkuat, kiprah dakwah dan sosial akan meluas, dan para santri tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga identitas dan keberanian untuk tampil di tengah masyarakat.
Sebagai mutakharijīn, kami menyambut kabar ini dengan penuh syukur dan antusias. Kami para alumni dan jama'ah melihat bahwa kehadiran Ma’had ‘Ali adalah respon visioner dari Syaikhul Ma'had TGB yang tidak hanya memperkuat kualitas, tetapi juga memperluas kebermanfaatan. Ini adalah momentum bersejarah yang harus disambut dengan kolaborasi dan kontribusi.
Oleh: Sayuti Hamdani