Selamat Datang di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi

WhatsApp Icon 1




Seruan untuk Sudan: Saat Kemanusiaan Menjadi Taruhan
04 Nov 2025
Seruan untuk Sudan: Saat Kemanusiaan Menjadi Taruhan


Seruan untuk Sudan: Saat Kemanusiaan Menjadi Taruhan

Lombok Timur — Krisis kemanusiaan di Sudan semakin memburuk akibat perang saudara berkepanjangan yang melibatkan Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Hingga kini, rakyat sipil adalah pihak yang paling terdampak, terutama di wilayah Khartoum dan Darfur.


Sudan masih berada dalam situasi perang saudara yang brutal antara Angkatan Bersenjata Sudan (SAF) dan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Konflik yang meletus pada April 2023 ini mengakibatkan keruntuhan kemanusiaan yang begitu luas, terutama di Khartoum dan Darfur.


Laporan resmi badan internasional menunjukkan angka pengungsian melampaui 10 juta jiwa yang tersebar ke berbagai wilayah Sudan maupun negara tetangga. Infrastruktur penting, termasuk fasilitas kesehatan, sekolah, dan perumahan, rusak parah. Sebagian besar warga sipil hidup dalam ancaman kekerasan dan kelaparan akut.


Tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan dalam konflik ini tidak dapat dibenarkan dalam alasan apapun. Data dari lembaga independen internasional menunjukkan bahwa:

  1. - Terjadi pembunuhan massal warga sipil
  2. - Aksi kekerasan seksual digunakan sebagai alat teror
  3. - Dugaan pembersihan etnis terhadap etnis Masalit di Darfur
  4. - Pembatasan akses bantuan kemanusiaan


Semua bentuk kekerasan tersebut merupakan tindakan yang menyalahi hukum perang dan prinsip kemanusiaan global.

Sebagai lembaga pendidikan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan perdamaian global, Yayasan Pendidikan Hamzanwadi menyatakan:


"Kami menyampaikan duka mendalam atas penderitaan saudara-saudara kita di Sudan akibat konflik bersenjata yang hingga kini masih berlangsung. Yayasan Pendidikan Hamzanwadi mengecam keras tindakan pelanggaran hak asasi manusia yang dilakukan oleh pihak manapun dalam konflik tersebut."

Yayasan juga menegaskan pentingnya menjaga keselamatan warga sipil serta mendorong penyelesaian damai yang menjamin martabat kemanusiaan.


"Ketika satu bagian umat manusia terluka, kita semua merasakan deritanya. Kemanusiaan adalah milik bersama yang harus kita jaga."

Upaya diplomasi global harus lebih ditingkatkan agar perang ini tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan yang mengancam masa depan Sudan.


Yayasan Pendidikan Hamzanwadi menyampaikan dukungan moral dan doa kepada rakyat Sudan, terutama anak-anak dan perempuan yang paling rentan menjadi korban perang.

"Semoga jalan perdamaian segera terbuka dan hak-hak dasar kemanusiaan dapat kembali tegak di Sudan."