Selamat Datang di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi

WhatsApp Icon 1




Universitas Hamzanwadi dan Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor Hadirkan Z Coffee Hening, Wujud Komitmen Membangun Masyarakat Inklusif
09 Jul 2026
Universitas Hamzanwadi dan Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor Hadirkan Z Coffee Hening, Wujud Komitmen Membangun Masyarakat Inklusif



Universitas Hamzanwadi dan Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor Hadirkan Z Coffee Hening, Wujud Komitmen Membangun Masyarakat Inklusif

Pancor – Komitmen mewujudkan masyarakat yang inklusif kembali ditunjukkan oleh Universitas Hamzanwadi bersama Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor melalui peluncuran Z Coffee Hening, sebuah ruang usaha yang dirancang sebagai wadah pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas. Program hasil kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI ini diresmikan pada Kamis (9/7/2026) di Pancor, Lombok Timur.

Lebih dari sekadar kedai kopi, Z Coffee Hening menjadi simbol bahwa penyandang disabilitas memiliki hak, kesempatan, dan kemampuan yang sama untuk berkarya, bekerja, dan berkontribusi dalam kehidupan sosial maupun ekonomi apabila diberikan ruang yang setara.

Peresmian dihadiri oleh Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, Wakil Bupati Lombok Timur H. Edwin Hadiwijaya, MM, perwakilan BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi NTB, jajaran Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor, sivitas akademika, organisasi penyandang disabilitas, serta berbagai tamu undangan.

Mengusung tagline "Menemukan Tenang di Setiap Tegukan", Z Coffee Hening dibangun dengan semangat menciptakan ruang yang ramah, terbuka, dan memberdayakan. Di tempat ini, penyandang disabilitas tidak diposisikan sebagai penerima bantuan semata, melainkan sebagai pelaku utama dalam pengelolaan usaha.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Hamzanwadi Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah menegaskan bahwa pendidikan inklusif harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

"Melalui Z Coffee Hening, kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman penyandang disabilitas memiliki kemampuan, keterampilan, dan semangat yang luar biasa. Ketika diberikan kesempatan dan ruang yang tepat, mereka mampu bekerja, berkarya, dan mengelola usaha secara profesional," ujarnya.

Ia menambahkan, Universitas Hamzanwadi sebagai kampus inklusif terus berupaya menghadirkan berbagai program yang tidak berhenti pada pemenuhan akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas agar mampu hidup mandiri dan berdaya saing.

Z Coffee Hening merupakan Program Pemberdayaan Ekonomi BAZNAS RI yang bertujuan mendorong kemandirian, kesejahteraan, dan pengembangan diri mustahik penyandang disabilitas melalui usaha berbasis kopi. Program ini mendapat dukungan penuh dari Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor dan berada di bawah naungan Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Universitas Hamzanwadi.

Dalam operasionalnya, Z Coffee Hening dikelola oleh Nahda bekerja sama dengan PLD Universitas Hamzanwadi dan Gerakan untuk Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia (GERKATIN) Lombok Timur. Kolaborasi ini menjadi contoh bagaimana sinergi antara lembaga pendidikan, lembaga sosial, komunitas, dan pemerintah mampu menghadirkan program pemberdayaan yang berkelanjutan.

Keunikan Z Coffee Hening terletak pada keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam berbagai proses pelayanan, mulai dari penyambutan pelanggan, penyajian produk, hingga pengelolaan usaha. Melalui konsep tersebut, masyarakat diajak melihat bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, melainkan bagian dari keberagaman yang harus diberi ruang untuk berkembang.

Sebagai lembaga pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai keislaman, Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor terus mendorong lahirnya program-program yang mengedepankan nilai kemanusiaan, keadilan, dan kepedulian sosial. Kehadiran Z Coffee Hening menjadi salah satu implementasi nyata dari semangat tersebut dengan menghadirkan ruang yang menghargai setiap individu tanpa diskriminasi.

Perwakilan BAZNAS menyampaikan bahwa dukungan terhadap Z Coffee Hening merupakan bagian dari komitmen dalam membangun pemberdayaan ekonomi produktif yang berkelanjutan. Melalui pendampingan, penguatan kapasitas, dan penyediaan sarana usaha, diharapkan para penyandang disabilitas dapat meningkatkan kesejahteraan sekaligus memperluas partisipasi mereka dalam pembangunan.

Wakil Bupati Lombok Timur H. Edwin Hadiwijaya turut mengapresiasi kolaborasi yang terjalin antara Universitas Hamzanwadi, Yayasan Pondok Pesantren Darul Nahdlatain NWDI Pancor, BAZNAS, Nahda, dan berbagai pihak lainnya. Menurutnya, Z Coffee Hening menjadi contoh bahwa pembangunan yang inklusif tidak hanya berbicara tentang akses, tetapi juga tentang membuka kesempatan yang sama bagi setiap warga untuk tumbuh dan berkontribusi.

Kehadiran Z Coffee Hening diharapkan menjadi inspirasi lahirnya lebih banyak ruang-ruang inklusif di tengah masyarakat. Sebab, masyarakat yang maju bukanlah masyarakat yang bebas dari perbedaan, melainkan masyarakat yang mampu memberi kesempatan yang setara kepada setiap orang untuk berkarya, mandiri, dan hidup bermartabat.