Selamat Datang di Yayasan Pendidikan Hamzanwadi

WhatsApp Icon 1




Visitasi dan Verifikasi Faktual Ma’had Aly Darul Quran wal Hadits NWDI Pancor oleh Majelis Masyaikh Kemenag RI
12 Nov 2025
Visitasi dan Verifikasi Faktual Ma’had Aly Darul Quran wal Hadits NWDI Pancor oleh Majelis Masyaikh Kemenag RI



Visitasi dan Verifikasi Faktual Ma’had Aly Darul Quran wal Hadits NWDI Pancor oleh Majelis Masyaikh Kemenag RI


Pancor, 12 November 2025 – Ma’had Aly Darul Quran wal Hadits (MA DQH) NWDI Pancor menerima kunjungan Visitasi dan Verifikasi Faktual (VVF) dari Majelis Masyaikh Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan ini merupakan tahapan penting dalam proses penilaian kelayakan dan pengesahan kelembagaan Ma’had Aly baru yang berada di bawah binaan Yayasan Pendidikan Hamzanwadi.

Rombongan Majelis Masyaikh dari Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Dit. Pontren) Kemenag RI dipimpin oleh Ketua Majelis Masyaikh (nama) dengan didampingi delapan orang anggota. Tim disambut secara resmi oleh pimpinan dan pengelola MA DQH NWDI Pancor yang terdiri dari Pembina Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, Lc., M.A., Pembina Ma’had Aly DQH NWDI Pancor, Tuan Guru H. Muhammad Yusuf Ma’mun, Majelis Pendidikan Prof. H. Khirjan Nahdi, Mudir Ma’had Aly DQH NWDI, TGH. Dr. Muhammad Salimul Jihad, serta Ketua Program Studi, TGH. Dr. Said M. Ghazali, bersama seluruh muhadir dan muhadirah yang merupakan bagian dari civitas akademika MDQH NWDI Pancor.

Dalam sambutan dan paparannya, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi memaparkan sejarah panjang, dinamika, serta perkembangan Madrasah Darul Quran wal Hadits (MDQH) NWDI yang telah berlangsung lebih dari enam dekade. Beliau menjelaskan bahwa pendirian Ma’had Aly DQH NWDI Pancor merupakan kelanjutan dari tradisi keilmuan berbasis kitab kuning dengan fondasi utama Al-Qur’an dan Hadits, sehingga arah keilmuan Ma’had Aly ini difokuskan pada bidang Fiqih dan Ilmu Fiqih, khususnya pada rumpun Ahwal Syakhsiyah.

Dalam aspek sumber daya manusia, kurikulum MA DQH NWDI Pancor akan difasilitasi oleh para muhadir dan muhadirah yang memiliki keahlian mendalam dalam bidang fiqih. Selain fokus pada ilmu keagamaan, Ma’had Aly ini juga dilengkapi dengan Mata Kuliah Umum Nasional seperti Bahasa Indonesia Ilmiah dan Pendidikan Kewarganegaraan, agar proses kajian tidak hanya berorientasi pada lisan tetapi juga melahirkan karya tulis ilmiah yang berbasis referensi klasik dalam konteks modern.

Kekhasan Ma’had Aly DQH NWDI Pancor juga terletak pada sistem seleksi masuk yang ketat. Setiap calon mahasantri diwajibkan menuntaskan minimal dua kitab yang menjadi bagian dari standar mutu pendidikan, baik sebelum, selama, maupun setelah masa studi. Adapun penguasaan ilmu alat seperti tata bahasa dan semantik menjadi penunjang utama dalam memperdalam pemahaman terhadap literatur klasik Islam.

Majelis Masyaikh menyampaikan apresiasi dan harapan besar agar Ma’had Aly DQH NWDI Pancor menjadi barometer tradisi keulamaan di kawasan timur Indonesia. Ditekankan pula agar seluruh indikator kelembagaan dan akademik segera disesuaikan dengan standar nasional Ma’had Aly yang ditetapkan Kementerian Agama RI.

Menutup pertemuan, Pembina Yayasan Pendidikan Hamzanwadi, TGB Dr. H. M. Zainul Majdi, menegaskan komitmen penuh pihak yayasan untuk memaksimalkan setiap amanah yang diberikan. “Kami siap bekerja bersama seluruh pihak yang terlibat untuk memastikan Ma’had Aly DQH NWDI Pancor menjadi lembaga unggul dalam mencetak kader ulama yang berilmu, berakhlak, dan berkontribusi bagi peradaban,” ujarnya.